File Desain yang Salah = Hasil Cetak yang Mengecewakan
Salah satu keluhan terbesar yang kami terima di Studio Cetak Bandung adalah hasil cetak yang terlihat buram, warna berbeda dari layar, atau detail hilang. Hampir selalu, penyebabnya bukan dari mesin cetak kami—melainkan dari file desain yang tidak disiapkan dengan benar.
Panduan ini dibuat khusus untuk kamu yang baru pertama kali mencetak atau sering mengalami masalah hasil cetak tidak sesuai ekspektasi.
1. Gunakan Resolusi Minimal 300 DPI
Desain untuk layar (website, media sosial) biasanya dibuat pada 72–96 DPI, yang sudah cukup untuk tampilan digital. Namun untuk cetak, minimal 300 DPI diperlukan agar gambar tidak pecah saat dicetak. Jika kamu menggunakan Photoshop, pastikan set resolusi sejak awal sebelum mulai desain.
2. Gunakan Mode Warna CMYK, Bukan RGB
Layar komputer menggunakan mode warna RGB (Red, Green, Blue), sedangkan mesin cetak menggunakan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key/Black). Warna yang terlihat cerah di layar bisa tampak lebih gelap atau berbeda saat dicetak jika file tidak dikonversi ke CMYK terlebih dahulu.
3. Tambahkan Bleed Area 3mm
Bleed adalah area ekstra di luar batas potong desain. Ini memastikan tidak ada garis putih yang muncul di pinggir hasil cetak akibat toleransi pemotongan mesin. Standar bleed di Studio Cetak Bandung adalah 3mm di semua sisi.
4. Format File yang Kami Terima
- AI (Adobe Illustrator) – Terbaik untuk desain berbasis vektor
- CDR (CorelDRAW) – Populer di kalangan desainer lokal
- PSD (Photoshop) – Untuk desain berbasis gambar/foto
- PDF (Print Ready) – Pastikan embed semua font dan gambar
5. Outline Semua Font
Jika kamu menggunakan font khusus, pastikan semua teks sudah di-outline atau convert to curve sebelum mengirim file. Ini mencegah font berubah atau hilang saat dibuka di komputer kami yang mungkin tidak memiliki font yang sama.
Butuh bantuan memeriksa file desainmu sebelum dicetak? Kirimkan ke tim Studio Cetak Bandung dan kami akan cek gratis sebelum proses produksi dimulai.